Strategi Sales Marketing

Dalam lingkungan bisnis yang kompetitif, pemasaran yang efektif menjadi kunci sukses. Dalam artikel ini, kami akan membahas strategi sales marketing untuk meningkatkan visibilitas bisnis Anda.

Macam Strategi Sales Marketing

Strategi sales marketing merupakan kumpulan tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan penjualan suatu produk atau layanan. Terdapat berbagai macam strategi yang dapat digunakan dalam sales marketing, yang meliputi segmentasi, targeting, positioning, value proposition, competitive advantage, promotion, distribution, dan customer relationship management.

Segmentation (Segmentasi)

Memecah target pasar menjadi beberapa segmen yang berbeda berdasarkan karakteristik seperti usia, jenis kelamin, pendapatan, dan minat untuk memudahkan targeting dan personalisasi.

Segmentasi adalah strategi sales marketing yang fokus pada membagi pasar menjadi kelompok-kelompok pelanggan yang lebih kecil dan homogen. Dengan melakukan segmentasi, perusahaan dapat mengidentifikasi kelompok pelanggan yang memiliki kebutuhan, keinginan, dan karakteristik yang serupa.

Hal ini memungkinkan perusahaan untuk mengembangkan pesan pemasaran yang lebih terfokus dan relevan untuk setiap kelompok pelanggan, sehingga dapat meningkatkan efektivitas kampanye pemasaran dan penjualan.

Berikut adalah beberapa jenis segmentasi yang dapat digunakan oleh perusahaan:

  1. Demografis Segmentasi berdasarkan karakteristik demografis, seperti usia, jenis kelamin, pendidikan, pendapatan, dan status perkawinan.
  2. Geografis Segmentasi berdasarkan lokasi geografis, seperti wilayah, negara, atau kota.
  3. Psikografis Segmentasi berdasarkan karakteristik psikologis, seperti kepribadian, gaya hidup, dan nilai-nilai.
  4. Perilaku Segmentasi berdasarkan perilaku pelanggan, seperti kebiasaan pembelian, frekuensi pembelian, dan penggunaan produk.
  5. Penggunaan Produk Segmentasi berdasarkan cara penggunaan produk, seperti penggunaan produk untuk keperluan pribadi atau bisnis.

Targeting (Pengincaran)

Memilih segmen pasar yang paling menjanjikan dan berfokus pada mereka dengan pesan dan promosi yang lebih terfokus dan relevan. Targeting adalah strategi sales marketing yang fokus pada pemilihan kelompok pelanggan yang spesifik untuk ditargetkan dalam kampanye pemasaran dan penjualan.

Dalam targeting, perusahaan harus menentukan kelompok pelanggan yang paling mungkin membeli produk atau layanan yang ditawarkan. Berikut adalah beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam strategi targeting:

  1. Identifikasi Kelompok Pelanggan yang Tepat : Perusahaan harus mengidentifikasi kelompok pelanggan yang paling mungkin tertarik dan membeli produk atau layanan yang ditawarkan. Hal ini dapat dilakukan melalui analisis data pelanggan, survei, atau penelitian pasar.
  2. Menentukan Kriteria Targeting : Perusahaan harus menentukan kriteria targeting, seperti usia, jenis kelamin, pendapatan, atau kebiasaan pembelian. Hal ini dapat membantu perusahaan dalam mengidentifikasi kelompok pelanggan yang tepat untuk ditargetkan.
  3. Memahami Kebutuhan Pelanggan : Perusahaan harus memahami kebutuhan dan keinginan kelompok pelanggan yang ditargetkan. Hal ini dapat membantu perusahaan dalam mengembangkan pesan pemasaran dan strategi penjualan yang relevan dan efektif.
  4. Memperkuat Citra Merek : Perusahaan harus memperkuat citra merek dan membangun hubungan yang positif dengan pelanggan yang ditargetkan. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan dan kesetiaan pelanggan terhadap merek.
  5. Memonitor dan Evaluasi Kinerja : Perusahaan harus memonitor dan mengevaluasi kinerja kampanye targeting secara teratur. Hal ini dapat membantu perusahaan dalam menyesuaikan strategi targeting sesuai kebutuhan dan memaksimalkan efektivitas kampanye pemasaran dan penjualan.
  6. Dalam melakukan targeting, perusahaan harus menghindari menargetkan kelompok pelanggan yang terlalu luas atau terlalu sempit. Perusahaan juga harus mempertimbangkan apakah kelompok pelanggan yang ditargetkan memiliki potensi keuntungan yang cukup besar untuk menghasilkan keuntungan yang signifikan bagi perusahaan.

Positioning (Pemosisian)

Menentukan bagaimana merek atau produk akan diposisikan dalam pikiran pelanggan, termasuk pesan dan citra merek yang ingin disampaikan. Positioning adalah strategi sales marketing yang fokus pada membangun citra dan posisi merek di dalam pikiran pelanggan yang dituju.

Dalam strategi ini, perusahaan berusaha untuk membuat merek mereka berbeda dan unik dari pesaing, sehingga dapat menciptakan nilai tambah bagi pelanggan.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam strategi positioning:

  1. Analisis Pesaing : Perusahaan harus melakukan analisis pesaing untuk memahami kekuatan dan kelemahan pesaing dalam pasar yang sama. Hal ini dapat membantu perusahaan dalam menentukan posisi yang tepat untuk merek mereka.
  2. Identifikasi Keunikan Merek : Perusahaan harus mengidentifikasi keunikan dan nilai tambah dari merek mereka. Hal ini dapat membantu perusahaan dalam menonjolkan merek mereka dari pesaing.
  3. Pemilihan Pasar Target : Perusahaan harus memilih pasar target yang tepat, yang sesuai dengan keunikan dan nilai tambah dari merek mereka. Hal ini dapat membantu perusahaan dalam membangun citra positif dan memperkuat posisi merek di dalam pikiran pelanggan.
  4. Pengembangan Pesan Pemasaran : Perusahaan harus mengembangkan pesan pemasaran yang sesuai dengan posisi merek mereka. Pesan pemasaran harus jelas dan mudah dipahami oleh pelanggan, serta dapat menggambarkan keunikan dan nilai tambah dari merek.
  5. Penguatan Citra Merek : Perusahaan harus terus memperkuat citra merek mereka melalui kampanye pemasaran dan penjualan yang efektif. Hal ini dapat meningkatkan kesadaran merek dan kepercayaan pelanggan terhadap merek.

Value Proposition (Tawaran Nilai)

Menyampaikan nilai unik yang ditawarkan oleh produk atau layanan untuk membedakannya dari pesaing dan memikat pelanggan. Value proposition adalah strategi sales marketing yang fokus pada menawarkan nilai yang unik dan bernilai bagi pelanggan.

Dalam strategi ini, perusahaan berusaha untuk mengidentifikasi dan menawarkan manfaat atau keuntungan yang berbeda dan lebih baik dari pesaing di pasar yang sama.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam strategi value proposition:

  1. Analisis Keinginan Pelanggan : Perusahaan harus melakukan analisis keinginan dan kebutuhan pelanggan untuk memahami apa yang mereka cari dalam produk atau layanan. Hal ini dapat membantu perusahaan dalam mengidentifikasi manfaat atau keuntungan yang unik dan bernilai bagi pelanggan.
  2. Identifikasi Keuntungan Bersaing : Perusahaan harus mengidentifikasi keuntungan yang berbeda dan lebih baik dari pesaing di pasar yang sama. Keuntungan ini dapat berupa kualitas produk atau layanan, harga yang lebih terjangkau, atau layanan pelanggan yang lebih baik.
  3. Pengembangan Pesan Pemasaran : Perusahaan harus mengembangkan pesan pemasaran yang jelas dan mudah dipahami oleh pelanggan. Pesan pemasaran harus mampu menggambarkan keuntungan yang unik dan bernilai bagi pelanggan.
  4. Penguatan Citra Merek : Perusahaan harus memperkuat citra merek mereka melalui kampanye pemasaran dan penjualan yang efektif. Hal ini dapat meningkatkan kesadaran merek dan kepercayaan pelanggan terhadap merek.
  5. Evaluasi Kinerja : Perusahaan harus terus memonitor dan mengevaluasi kinerja kampanye value proposition mereka. Hal ini dapat membantu perusahaan dalam menyesuaikan strategi pemasaran dan penjualan mereka sesuai dengan kebutuhan pasar.

Competitive Advantage (Keunggulan Bersaing)

Menonjolkan keunggulan produk atau merek dibandingkan pesaing, seperti harga yang lebih murah, kualitas yang lebih baik, atau fitur yang lebih banyak. Competitive advantage adalah strategi sales marketing yang fokus pada memperkuat keunggulan atau keuntungan bersaing dari produk atau layanan perusahaan di pasar yang sama.

Dalam strategi ini, perusahaan berusaha untuk mengidentifikasi dan memanfaatkan keunggulan atau keuntungan yang dimilikinya untuk menarik pelanggan dan mengalahkan pesaing.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam strategi competitive advantage:

  1. Identifikasi Keunggulan Bersaing : Perusahaan harus mengidentifikasi keunggulan atau keuntungan bersaing yang dimilikinya, seperti kualitas produk atau layanan yang lebih baik, harga yang lebih terjangkau, atau layanan pelanggan yang lebih baik.
  2. Analisis Pesaing  : Perusahaan harus melakukan analisis pesaing untuk memahami kekuatan dan kelemahan pesaing di pasar yang sama. Hal ini dapat membantu perusahaan dalam menentukan cara untuk mengalahkan pesaing dan memperkuat keunggulan bersaing mereka.
  3. Pemilihan Pasar Target : Perusahaan harus memilih pasar target yang tepat, yang sesuai dengan keunggulan atau keuntungan bersaing dari produk atau layanan mereka. Hal ini dapat membantu perusahaan dalam menarik pelanggan yang tepat dan meningkatkan penjualan.
  4. Pengembangan Pesan Pemasaran : Perusahaan harus mengembangkan pesan pemasaran yang jelas dan mudah dipahami oleh pelanggan. Pesan pemasaran harus mampu menggambarkan keunggulan atau keuntungan bersaing dari produk atau layanan perusahaan.
  5. Penguatan Citra Merek : Perusahaan harus terus memperkuat citra merek mereka melalui kampanye pemasaran dan penjualan yang efektif. Hal ini dapat meningkatkan kesadaran merek dan kepercayaan pelanggan terhadap merek.

Promotion (Promosi)

Mempromosikan produk atau layanan melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk iklan, media sosial, pameran dagang, dan publikasi. Promotion adalah strategi sales marketing yang fokus pada mempromosikan produk atau layanan perusahaan kepada pelanggan potensial.

Dalam strategi ini, perusahaan menggunakan berbagai macam alat pemasaran untuk menarik perhatian pelanggan potensial dan mendorong mereka untuk membeli produk atau layanan perusahaan.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam strategi promotion:

  1. Identifikasi Pasar Target : Perusahaan harus memilih pasar target yang tepat dan mengidentifikasi karakteristik pelanggan potensial. Hal ini dapat membantu perusahaan dalam menentukan alat pemasaran yang tepat untuk digunakan.
  2. Pengembangan Pesan Pemasaran : Perusahaan harus mengembangkan pesan pemasaran yang jelas dan mudah dipahami oleh pelanggan potensial. Pesan pemasaran harus mampu menggambarkan manfaat atau keuntungan produk atau layanan perusahaan dengan cara yang menarik dan memikat.
  3. Pemilihan Alat Pemasaran : Perusahaan harus memilih alat pemasaran yang tepat untuk digunakan, seperti iklan televisi, iklan radio, iklan cetak, brosur, atau media sosial. Hal ini harus disesuaikan dengan pasar target dan pesan pemasaran yang ingin disampaikan.
  4. Perencanaan Kampanye Pemasaran : Perusahaan harus merencanakan kampanye pemasaran yang efektif, yang terdiri dari serangkaian alat pemasaran yang digunakan dalam periode waktu tertentu. Kampanye pemasaran harus memperhatikan anggaran pemasaran perusahaan.
  5. Evaluasi Kinerja : Perusahaan harus terus memonitor dan mengevaluasi kinerja kampanye pemasaran mereka. Hal ini dapat membantu perusahaan dalam menyesuaikan strategi pemasaran dan penjualan mereka sesuai dengan kebutuhan pasar.

Distribution (Distribusi)

Menentukan cara terbaik untuk mengirimkan produk ke pelanggan, termasuk melalui pengecer, online, atau melalui agen. Distribution adalah strategi sales marketing yang fokus pada cara perusahaan mendistribusikan produk atau layanan mereka ke pelanggan.

Dalam strategi ini, perusahaan mempertimbangkan berbagai faktor yang mempengaruhi cara mereka mendistribusikan produk atau layanan, seperti biaya, efisiensi, dan kepuasan pelanggan.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam strategi distribution:

  1. Identifikasi Saluran Distribusi : Perusahaan harus memilih saluran distribusi yang tepat, seperti distributor, agen, atau pengecer. Saluran distribusi yang tepat dapat membantu perusahaan dalam mencapai pasar target mereka dan meningkatkan aksesibilitas produk atau layanan perusahaan.
  2. Pengelolaan Persediaan : Perusahaan harus memperhatikan persediaan produk atau layanan mereka untuk memastikan ketersediaan di pasaran. Hal ini dapat membantu perusahaan dalam memenuhi permintaan pelanggan dan menghindari biaya penyimpanan yang berlebihan.
  3. Pengiriman dan Logistik : Perusahaan harus mempertimbangkan cara pengiriman dan logistik yang paling efisien dan efektif dalam mendistribusikan produk atau layanan mereka. Hal ini dapat membantu perusahaan dalam mengurangi biaya dan mempercepat waktu pengiriman.
  4. Kerjasama dengan Mitra Bisnis : Perusahaan dapat menjalin kerjasama dengan mitra bisnis seperti pemasok, produsen, atau mitra strategis lainnya untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan efisiensi distribusi.
  5. Evaluasi Kinerja Distribusi : Perusahaan harus terus memonitor dan mengevaluasi kinerja distribusi mereka untuk memastikan efektivitas dan efisiensi dalam memenuhi kebutuhan pasar. Hal ini dapat membantu perusahaan dalam menyesuaikan strategi distribusi mereka sesuai dengan perubahan pasar.

Customer Relationship Management (Manajemen Hubungan Pelanggan)

Mengelola hubungan dengan pelanggan, termasuk memastikan kepuasan pelanggan, membangun loyalitas, dan menangani keluhan pelanggan. Customer Relationship Management (CRM) adalah strategi sales marketing yang fokus pada membangun dan memelihara hubungan yang baik antara perusahaan dengan pelanggannya.

Dalam strategi ini, perusahaan berupaya untuk memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan mereka, sehingga dapat meningkatkan loyalitas pelanggan dan memperoleh pelanggan baru.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam strategi Customer Relationship Management:

  1. Pengumpulan dan Analisis Data Pelanggan : Perusahaan harus memperoleh dan menganalisis data pelanggan untuk memahami kebutuhan dan preferensi pelanggan. Dengan informasi ini, perusahaan dapat memberikan layanan yang lebih baik dan relevan kepada pelanggan.
  2. Membangun Hubungan dengan Pelanggan : Perusahaan harus mengembangkan hubungan yang positif dengan pelanggan mereka melalui interaksi yang terus-menerus. Dalam hubungan ini, perusahaan harus berupaya untuk memahami kebutuhan pelanggan dan memberikan layanan yang memuaskan.
  3. Personalisasi Layanan : Perusahaan harus berupaya untuk mempersonalisasi layanan yang mereka tawarkan kepada pelanggan. Hal ini dapat mencakup penawaran produk yang disesuaikan dengan preferensi pelanggan atau layanan pelanggan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.
  4. Pengelolaan Keluhan Pelanggan : Perusahaan harus merespon dengan cepat dan efektif terhadap keluhan pelanggan untuk mempertahankan hubungan yang baik dengan pelanggan. Hal ini dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan kepercayaan dan loyalitas pelanggan.
  5. Peningkatan Pengalaman Pelanggan : Perusahaan harus berupaya untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dalam berinteraksi dengan produk atau layanan mereka. Hal ini dapat mencakup menyediakan layanan yang lebih baik atau menawarkan fitur baru yang dapat meningkatkan nilai produk atau layanan perusahaan.

Contoh Strategi Sales Marketing

Dengan menerapkan strategi sales marketing yang tepat, Perusahaan A berhasil mencapai target penjualan mereka dalam waktu yang lebih cepat dari yang direncanakan.

Mereka juga berhasil meningkatkan kepuasan pelanggan dan memperoleh reputasi yang baik di pasar. Insentif bonus yang diberikan juga berhasil meningkatkan motivasi dan kinerja karyawan mereka.

  • Menetapkan Target Penjualan
    Perusahaan A, yang bergerak di bidang teknologi informasi, menetapkan target penjualan sebesar 100 juta dalam waktu 6 bulan.
  • Menentukan Strategi Penjualan
    Perusahaan A melakukan segmentasi pasar dengan memfokuskan pada segmen usaha kecil dan menengah. Mereka menempatkan produk mereka sebagai solusi teknologi yang terjangkau dan mudah digunakan dengan positioning “Mudah, Terjangkau, dan Berkualitas”. Perusahaan A juga menawarkan value proposition berupa layanan customer service yang ramah dan responsif, serta competitive advantage berupa fitur-fitur yang lebih baik dari pesaing mereka. Strategi promosi yang digunakan adalah melalui media sosial dan partnership dengan komunitas bisnis lokal. Distribusi produk dilakukan melalui marketplace online dan rekanan lokal.
  • Mengembangkan Rencana Tindakan
    Perusahaan A mengembangkan rencana tindakan yang terdiri dari taktik promosi yang spesifik dan jadwal pelaksanaan yang rinci. Mereka juga menyiapkan sumber daya yang dibutuhkan seperti tim sales yang kompeten, alat bantu penjualan, dan dana promosi. Evaluasi dan pengukuran kinerja dilakukan setiap bulan dengan mengukur jumlah penjualan dan pengguna baru, serta melakukan survei kepuasan pelanggan.
  • Melakukan Pemantauan dan Evaluasi
    Perusahaan A melakukan pemantauan dan evaluasi setiap bulan untuk memastikan bahwa mereka berada di jalur yang benar. Ketika mereka menemukan masalah atau kesalahan, mereka segera memperbaiki rencana tindakan mereka.
  • Memberikan Insentif Bonus
    Setelah berhasil mencapai target penjualan dalam waktu 4 bulan, Perusahaan A memberikan insentif bonus kepada seluruh karyawan mereka. Insentif bonus berupa uang tunai dan liburan gratis ke luar negeri.

Temukan lowongan pekerjaan sales marketing terbaru 2023 pada laman website reqrut.id

Lutfiana Arianty